
sawitsetara.co - PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali tertekan pada periode 27 Mei–2 Juni 2026. Pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel menjadi faktor utama yang menyeret turun harga TBS pekebun.
Penetapan harga dilakukan dalam rapat tim penetapan harga pembelian TBS Provinsi Riau pada 26 Mei 2026. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni sebesar Rp147,79 per kilogram atau turun sekitar 3,83 persen dibanding periode sebelumnya.
Dengan koreksi tersebut, harga TBS untuk kelompok umur 9 tahun ditetapkan menjadi Rp3.709,35 per kilogram dan berlaku selama satu minggu ke depan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Vera Virgianti, mengatakan penetapan harga kali ini masih menggunakan skema sesuai regulasi terbaru.
“Penetapan harga TBS kelapa sawit minggu ke-18 tahun 2026 (periode 27 Mei–2 Juni 2026) telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025,” kata Vera.
Ia menjelaskan sistem penetapan harga mengacu pada rentang umur tanaman 3 hingga 30 tahun dengan tabel rendemen hasil kajian PPKS Medan yang telah disepakati tim penetapan harga.
Penurunan harga TBS pekan ini, menurut Vera, tidak lepas dari pelemahan harga jual CPO dan kernel yang terjadi secara bersamaan.
“Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,87 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp716,00/kg dan kernel minggu ini turun sebesar Rp85,44/kg dari minggu lalu,” ujarnya.
Dalam penetapan kali ini, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) disebut tidak melakukan transaksi penjualan. Kondisi itu membuat tim menggunakan mekanisme harga rata-rata sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pertanian.
“Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,” tutur Vera.
Ia menyebut harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat sebesar Rp15.344 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN mencapai Rp15.311 per kilogram.

Meski harga TBS mengalami tekanan cukup dalam, Dinas Perkebunan Riau memastikan pembenahan tata kelola penetapan harga terus dilakukan agar mekanisme yang diterapkan tetap adil bagi perusahaan maupun pekebun.
“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” kata Vera.
Menurut dia, komitmen seluruh pemangku kepentingan, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau, diharapkan dapat menjaga keberlanjutan tata niaga sawit sekaligus menopang kesejahteraan petani.
“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode 27 Mei–2 Juni 2026:
Umur 3 tahun: Rp2.880,14/Kg
Umur 4 tahun: Rp3.207,10/Kg
Umur 5 tahun: Rp3.436,66/Kg
Umur 6 tahun: Rp3.567,44/Kg
Umur 7 tahun: Rp3.648,31/Kg
Umur 8 tahun: Rp3.691,88/Kg
Umur 9 tahun: Rp3.709,35/Kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.673,25/Kg
Umur 21 tahun: Rp3.613,85/Kg
Umur 22 tahun: Rp3.544,77/Kg
Umur 23 tahun: Rp3.466,20/Kg
Umur 24 tahun: Rp3.406,55/Kg
Umur 25 tahun: Rp3.357,81/Kg
Umur 26 tahun: Rp3.340,18/Kg
Umur 27 tahun: Rp3.313,13/Kg
Umur 28 tahun: Rp3.261,68/Kg
Umur 29 tahun: Rp3.223,72/Kg
Umur 30 tahun: Rp3.136,95/Kg.
Sementara itu, indeks K periode ini ditetapkan sebesar 92,87 persen, dengan BOTL 0,48 persen. Harga CPO tercatat Rp14.598 per kilogram, harga kernel Rp15.277,56 per kilogram, dan harga cangkang Rp26,09 per kilogram.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *